SETELAH BELAJAR ALKITAB DAN MELAYANI, MALAH MAKIN BERDOSA

SETELAH BELAJAR ALKITAB DAN MELAYANI, MALAH MAKIN BERDOSA

Saya menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat pada akhir September 2004, ketika saya masih mahasiswa semester 1. ketika itu saya mengalami apa yang dinamakan kasih mula-mula. Di awal-awal pertobatan itu, saya bisa bersyukur setiap saat, bahwa saya sekarang telah bebas, da saya tahu bahwa kapanpun saya mati, saya akan bertemu dengan Bapa di Surga. Setiap saya bangun tidur, saat makan, saat perjalanan ke Kampus, pasti teringat bahwa saya telah bebas. Saya begitu bersemangat untuk Saat Teduh. Bahkan dua kali. Saat pagi dan malam. Saya waktu itu sungguh-sungguh heran kalau melihat ada orang yang telah menerima Kristus, tapi kok untuk saat teduh aja sulit. Suatu saat kakak KTB saya sharing bahwa dia sudah hampir 1 minggu tidak pernah saat teduh karena sibuk. Saya dengan mudahnya dan congkaknya dalam hati menghakimi dia. Saya yang baru bertobat aja bisa konsisten. Kok kamu yang sudah lama bertobat kayak gini sih? Saya bersemangat untuk datang ke persekutuan Gereja dan persekutuan di Kampus, saya bersemangat untuk bercerita tentang Kristus dan pertobatan saya kepada teman-teman saya, benar-benar orang yang merasakan jatuh cinta pada Tuhan. Bukan itu saja. Saya bisa untuk tidak lagi jatuh pada pornografi, masturbasi, yang telah mengikat saya sejak saya SMP. Benar-benar merasakan kemerdekaan itu.

Sayapun mulai terlibat dalam Pelayanan Mahasiswa di kampus, dimana dengan begitu banyak pembinaan rohani yang saya peroleh. Kelas-kelas dan seminar mengenai doktrin Kristen, terlibat dalam Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) yag secara rutin menggali Alkitab dan belajar mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, di tengah lingkungan yang SANGAT IDEAL untuk saya bisa bertumbuh. Akhirnya tidak hanya memperoleh pembinaan, tapi mulai terlibat sebagai pengurus inti. Kali ini kitalah yang memikirkan tentang pembinaan untuk Mahasiswa, Membimbing Mahasiswa Baru, mengadakan seminar-seminar dan kelas-kelas pembinaan iman, dan berbagai “Aktifitas Rohani” lainnya. Saya menjadi semakin “tahu” tentang doktrin-doktrin Kristen, saya jad semakin sibuk untuk “melayani Tuhan”, dan saya merasakan apa yang dulu kakak KTB saya rasakan, bahwa saya begitu capek untuk menyediakan waktu untuk berdoa dan bersaat teduh. Bukan hanya itu saja. Setelaj lebih dari setahu saya tidak pernah jatuh dalam pornografi dan masturbasi, suatu titik saya jatuh lagi, dan kembali mengikat saya hingga bertahun-tahun berikutnya. Saya selalu jatuh, minta ampun dan jatuh lagi. Dalam kondisi saat itu saya sudah menjadi seorang pemimpin KTB, bahkan menjadi pengurus inti untuk Pelayanan Mahasiswa. Saya yang dulu pernah menghakimi kakak KTB saya ga rohani karena hanya untuk menyediakan waktu saat teduh saja tidak bisa, kali ini saya sendiri mengalami kondisi yang mungkin lebih buruk dari itu. Sungguh mengenaskan. Saya yang adalah pemimpin KTB, Pengurus inti Pelayanan Mahasiswa, Memiliki pengetahuan Alkitab dan Doktrin yang bisa dikatakan lebih dari teman-teman sebaya saya, ternyata terikat dalam dosa. Saya merasa menjadi orang yang munafik selama bertahun-tahun. Apa yang saya katakan dan saya lakukan jauh berbeda. Orang-orang melihat pelayanan saya berhasil. Makin banyak kepercayaan yang saya peroleh. Tapi saya tahu bahwa saya sedang berdosa di hadapan TUHAN. Bersyukur karena Tuhan tidak membiarkan saya terus menerus terpuruk. TUHAN begitu SABAR mengingatkan saya, sedangkan saya begitu BEBAL walaupun sudah sering diingatkan.

Tapi perlahan-lahan saya kembali dipulihkan. Saya kembali bisa bertumbuh. Bersyukur untuk kasih karunia Kristus yang memampukan saya untuk kembali bangkit. Saya akui bahwa godaan-godaan untuk jatuh kembali dalam dosa-dosa lama saya seringkali muncul. Tapi saya percaya bahwa Kristuslah sumber kekuatan itu.

Apa yang salah dengan Pelayanan dan Belajar Alkitab?

Mungkin ada teman-teman yang mengalami pengalaman yang sama. Ketika kita makin banyak melayani TUHAN, bahkan banyak belajar tentang Alkitab, kenapa kita justru berhenti bertumbuh? Saya ingin membagikan kesalahan-kesalahan saya yang semoga bisa menolong untuk teman-teman yang belum terjebak untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Bagi teman-teman yang mungkin sudah terlanjur jatuh, bertobatlah!

  1. Digerakan oleh Hal yang Salah. Awal pertobatan saya sungguh-sungguh merasakan kasih mula-mula. Saya menjalani hidup saya dengan digerakan rasa syukur untuk anugerah keselamatan yag saya peroleh. Perlahan lahan saya meninggalkan itu, dan kembali digerakan oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan. Keinginan belajar Alkitab yang awalnya benar berubah menjadi supaya dianggap pintar. Kerinduan melayani yang awalnya benar menjadi ingin diakui.

  2. Meninggalkan Hubungan Pribadi Dengan Tuhan. Saya menggunakan alasan kesibukan, capek melayani Tuhan, sebagai alasan untuk tidak datang saat teduh dan berdoa. Seorang pembimbing Rohani di kampus saya pernah berkata seperti ini :

Jika pelayananmu membuat hubungan pribadimu dengan TUHAN rusak, tinggalkan itu!

Ekstrim memang. Tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga. UNTUK APA KITA MELAKUKAN AKTIVITAS PELAYANAN KALAU SEBENARNYA KITA SEDANG TIDAK MELAYANI TUHAN?

  1. Hubungan Pribadi Dengan Tuhan yang PALSU!!!. Saya wakt itu tetap berusaha Saat Teduh. Masak saya bertanya pada adik KTB “kamu saat teduh tidak?” tapi saya tidak melakukannya? Akhirnya saya dengan rutin melakukannya. Yang penting saya saat teduh. Yang penting saya berdoa. Tujuannya apa? SUPAYA SAYA DILIHAT BAIK! Hanya untk HARGA DIRI saya.

  2. Malu Mengakui Bahwa Saya MUNAFIK!! Saya tidak berani untuk mengakui bahwa saya salah di hadapan pembimbing Rohani saya. Saya lebih mementingkan REPUTASI saya ketimbang pertumbuhan saya. YANG PENTING SAYA TETAP DILIHAT BAIK. Sungguh tragis!!

  3. Berusaha mengatasinya SENDIRI. Saya merasa berdosa di hadapan TUHAN. Saya memohon ampun di hadapan TUHAN, tapi saya terus menerus gagal. Saya malu untuk mengakui ke orang lain bahwa saya butuh ditolong. ORANG YANG MAU SEMBUH HARUS TERLEBIH DAHULU MENGAKUI BAHWA DIA SEDANG SAKIT. Keberanian untuk mengakui itu pada orang lain menunjukan niat kita untuk disembuhkan. Jika Anda sedang dalam keadaan berdosa, akuilah di hadapan orang yang Anda percaya dia bisa menolong Anda kembali kepada TUHAN. Jangan terlalu SOMBONG menganggap anda mampu mengatasinya sendiri. Itulah gunanya sebuah persekutuan. Yang kuat menanggung yang lemah. Saya bersyukur bahwa akhirnya saya bisa CUKUP RENDAH HATI untuk mengakui itu dalam KTB saya dan saya bisa rasakan sendiri dampak dari pengakuan saya.

Demikian sedikit sharing pengalaman saya. Saya bersyukur saya pernah jatuh dan bangkit.  Semoga tulisan ini bisa memberkati para pembaca.

About these ads

About akhung

I have decided to follow Jesus; No turning back. Leave everything to do Lord's will is not a sacrifice. But a mercy Lihat semua pos milik akhung

4 responses to “SETELAH BELAJAR ALKITAB DAN MELAYANI, MALAH MAKIN BERDOSA

  • romailprincipe

    semua kasih karunia kan…bahkan perbuatan terbaik tidak mampu menyelamatkan.
    terima kasih sudah membagikan.

  • charis kai eirene

    saya jg mengalami hal yang sama dan menurut saya setiap orang percaya yang bertumbuh mengalami banyak macam proses dalam pertumbuhannya dan jika sampai saat ini kita bisa melihat Tuhan dalam kejatuhan itu…. bersyukurlah…. karena didalam kelemahan kita akan nyata kemuliaan dan kuasa Allah.
    dan itu artinya…. time for wake up!!! bangkitlah dan berjuanglah…..dan bersyukurlah….

    selamat melayani Dia, Sang Pemilik hidupmu !!!

    Tuhan memberkati.

  • selviya

    Mantap sob ^^ ini harusnya dinamai CONFESSION, seperti punyanya Santo Agustinus

  • priyo

    luar biasa … saya pun pernah dan sama persis yang Anda alami dan saya alami …
    ternyata tidak hanya saya … terima kasih atas kesaksian yang Anda bagikan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: