Chuck Colson Sebuah Teladan Mengubah Kesalahan Menjadi Berkat

Sekilas Mengenai hidup Colson

Ayah Chuck Colson memberitahu 2 hal kepadanya ketika dia masih kecil : Selalu berkata jujur, dan apapun yang kamu kerjakan, tidak masalah apakah itu membersihkan toilet, lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Colson menambahkan 1 lagi nilai bagi hidupnya yang diambil dari moto pasukan Marine”Semper Fidelis” (Selalu setia).

Dari ketiga dasar itu, ia menyelesaikan pendidikannya di sebuah perguruan tinggi bergengsi, bertugas di Marines, kemudian karirnya naik ke “jalur cepat” menuju puncak. Pada usia 24 tahun, ia menjadi asisten dari sekretaris asisten angkatan laut (NAVY), kemudian bertugas sebagai asisten administrasi Senator Amerika Serikat (ketika ia menyelesaikan sekolah hukumnya), dan akhirnya, menjadi rekan kerja senior dari sebuah badan hukum di Washington, D.C. Pada tahun 1969, ia menjawab panggilan yang sudah tidak mengejutkan lagi: presiden Amerika Serikat membutuhkannya.

Sebagai penasihat presiden Richard Nixon, Colson masuk ke dalam lingkaran kekuasaan. Ia mendapatkan reputasi sebagai seorang yang bertnaggungjawab. Secara pribadi, Colson mulai memandang posisi publik tidak hanya kepercayaan dan tugas, tetapi juga sebagai “perjalanan suci”. Ia membenarkan aksi yang sebelumnya ia pertanyakan dalam kehidupan politiknya, untuk mempertahankan kekuatan pribadinya.

Pertobatan Colson

Colson meninggalkan gedung putih pada tahun 1973, untuk mendirikan perusahan hukum Colso dan Saphiro. Ketika itulah seorang client menceritakan kepada dia dengan gamblang mengenai Kristus, dan membacakan perikop dari Mere Christianity karangan C.S. Lewis. Inilah yang membawa dia pada pertobatan. Colson berdoa berulang-ulang kepada Allah, “Terimalah Aku”. Pertobatannya menjadi berita utama dan dicemooh musuh-musuh politik terdahulunya.

Keberanian yang Luar Biasa

Langkah paling berani yang dia lakukan adalah mengaku salah untuk skandal Watergate, meskipun sebelumnya dia belum dipersalahkan: menyampaikan informasi yang sanagt mengejutkan kepada wartawan mengenai seorang aktivis anti perang.

Kehidupan di Penjara

Colson di penjara di Federal Maxwell, dan menjadi tahanan #23226 selama 7 bulan. Ketika tidak sedang bertugas, dia banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari Alkitab, bertemu dengan saudara seiman, dan mulai bergumul dengan pemikiran, mengapa para tahanan tidak direhabilitasi.

Mengubah Kesalahan Menjadi Berkat

Setelah pembebasannya dari terali besi, ia menulis otobiografi yang sangat terkenal, Born Again (Dilahirkan Kembali). Dengan royalti dan bantuan dari rekan-rekan Kristen lainnya, ia mendirikan Persekutuan Penjara pada tahun 1976 untuk memperkenalkan orang-orang tahanan kepada Kristus, memuridkan mereka, dan memperlengkapi mereka untuk hidup “di luar”. Dalam waktu 15 tahun, Persekutuan Penjara tumbuh menjadi jaringan yang beranggotakan 40.000 pekerja Kristen di Amerika Serikat da ribuan anggota lainya dari luar negeri. Melalui organisasi ini, penjangkauan telah dilakukan terhadap keluarga para tahanan, membagikan hadiah pada anak para tahanan, membangun program restorasi bagi korban kekerasan, dan program restitusi terhadap lingkungan.

Colson melihat pekerjaannya yang lebih besar untuk menantang orang-orang Kristen dimanapun guna merealisasikan iman mereka. Usahanya sendiri meliputi menulis dan berbicara di berbagai tempat. Ia dikenal sebagai seorang pria yang ngotot, yang tergambar dari ekspresi wajahnya. Ia pernah menulis “Kita tidak hanya sedang berhadapan dengan sebuah latihan mulia yang samar-samar. Kita sedang berhadapan dengan hidup dan mati. Dan kita sebaiknya cepat-cepat bergabung dalam kegiatan pemberitaan Injil”

Sangat mungkin bagi kita untuk melakukan kesalahan. Tapi kasih Kristus lebih dari cukup untuk membuat kita bangkit dan mengubah itu dan memuliakan Dia”

Sebab ketika aku lapar, kamu memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum. ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. Ketika Aku telanjang, kau memberi Aku pakaian, ketika Aku sakit, kamu melawat Aku. Ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku”

Matius 25:35-36

Sumber : You Can Be A World Changer, penerbit Pionir Jaya

Akhung Berithel

About akhung

I have decided to follow Jesus; No turning back. Leave everything to do Lord's will is not a sacrifice. But a mercy Lihat semua pos milik akhung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: