MANUSIA, ANJING, DAN BERKAT TUHAN

  • Ketika anjing melihat tuannya datang, dia akan begitu bersukacita dan segera menyambut tuannya. Sedangkan manusia, ketika melihat BERKAT TUHAN datang, akan menyambutnya dengan sukacita, lalu dengan segera melupakan TUHAN.

  • Berkat (makanan) membuat anjing makin mengasihi tuannya. Sedangkan berkat, membuat manusia bisa melupakan TUHAN.

  • Seekor anjing senang ketika dekat dengan tuannya. Sedangkan sebagian manusia hanya senang ketika dekat dengan berkat TUHAN.

  • Walaupun makanan yang diberikan tuannya tidak enak, anjing itu tetap setia, dan tetap menyambut tuannya yang pulang dengan bersukacita. Sedangkan manusia, ketika berkat TUHAN tidak seperti yang dia inginkan, bisa langsung marah-marah dan meninggalkan TUHAN.

Ketika lulus, saya punya sejuta harapan. Yang paling dekat adalah harapan bisa memperoleh pekerjaan dengan gaji yang besar. Mungkin itu salah satu impian para fresh graduate. Saya coba-coba lamar, wawancara, dan diterima di sebuah perusahaan (perusahaan pertama saya dulu), tapi tawaran gaji yang saya terima tidak sesuai harapan saya. Setelah saya doakan, dan sharing dengan beberapa orang, saya yakin untuk tetap masuk, karena itu sesuai dengan bidang saya, dan saya bisa berkembang di sana.

Saya menikmati pekerjaan saya. Sayang sekali, saya tetap merasa kurang. Terlalu banyak waktu saya habiskan untuk mengeluh dan mengeluh. Akhirnya mengacaukan semuanya. Selama beberapa bulan saya sempat tidak menikmati pekerjaan saya. Terkadang saya protes sama TUHAN, meragukan bahwa TUHAN sedang memimpin saya.

Suatu saat saya sharing dengan seorang sahabat saya. Teman seangkatan saya (tapi lain jurusan). Dia orang yang sangat pintar dan berbakat. Saya sharing bahwa saya sulit sekali merasa bersyukur. Dia tertawa dan sharing ke saya, bahwa gaji dia lebih kecil. Tapi dia menyukai pekerjaannya, dia tahu TUHAN memimpin dia ke tempat itu, dan sama sekali tidak terlihat kekuatiran dalam dirinya. Dia bahkan bisa menyisihkan uangnya untuk memberi ke ladang pelayanan (diluar perpuluhan).

Saya akhirnya bertanya-tanya pada diri saya. Kenapa saya begitu kuatir? Kenapa saya begitu mudah meragukan TUHAN? Bukankah dulu saya memutuskan untuk masuk ke perusahaan ini saya sungguh-sungguh mendoakannya? Kenapa sulit untuk bersyukur? Dan saya mulai membangun kembali semangat saya. Saya teringat kata-kata salah seorang pembimbing rohani saya, kira-kira seperti ini

Jika kamu mampu memberikan 10, berikanlah 10, meskipun kamu hanya dihargai 6. Tuan yang baik akan bisa melihat itu. Kalau kamu hanya memberikan kemampuanmu sebesar penghargaan yang kamu terima, jangan berharap kamu mendapatkan lebih.

(Terinspirasi dari Kolose 3:23 : “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah itu dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia”).

Saya belajar mempraktekan itu, dan ternyata, saya bisa menikmati banyak hal. Saya menikmati ketika hari demi hari pengetahuan dan skill saya bertambah. Saya menikmati untuk belajar hal-hal baru. Lama-kelamaan, perasaan selalu merasa tidak cukup itu hilang dengan sendirinya. Tentu saja penghargaan yang saya peroleh pun meningkat. Tapi saya jauh lebih bersukacita karena menyadari bahwa saya sedang memanfaatkan segala daya yang TUHAN anugerahkan.

Pulpen bisa dipakai untuk menulis, menggambar, bahkan bisa juga dipakai untuk memukul orang, menggaruk badan, hiasanpun bisa. Tapi kegunaan pulpen yang terbesar adalah ketika dia bisa berfungsi sesuai hakekatnya. Menulis. Talenta dan energi manusia bisa dipakai untuk melakukan hal-hal lain yang tidak berguna. Mengeluh, protes, dll. Tapi manusia akan lebih berbahagia ketika dia bisa menggunakan semua itu sesuai dengan tujuan talenta itu diciptakan. Disitulah seorang manusia berguna.

Saya teringat anjing saya dulu. Suatu saat makanannya habis. Akhirnya diberi makanan yang dia tidak suka. Awalnya dia hanya makan sedikit. Tapi ketika lapar dia makan juga. Tapi walupun demikian, dia tetap menyambut saya ketika saya pulang. Sambutannya tetap sama seperti sebelum-sebelumnya. Tidak ada yang berbeda. Dia tetap senang bermain-main dengan saya. Sedangkan manusia, ketika berkat TUHAN tidak sesuai yang diharapkan, malah mengeluh pada TUHAN, bahkan mungkin marah-marah sama TUHAN. Kadang kita perlu belajar dari teladan seekor anjing.

Ayat-ayat ini sangat-sangat menguatkan ketika kekuatiran mulai datang :

Matius 6:25-34

6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

God Bless u all.. semoga bisa jadi berkat..

Akhung Berithel Ina

About akhung

I have decided to follow Jesus; No turning back. Leave everything to do Lord's will is not a sacrifice. But a mercy Lihat semua pos milik akhung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: