SURGA ITU MEMBOSANKAN?

HeavenApa yang menarik dari surga jika segala sesuatu indah dan mudah? Bukankah itu membosankan? Sama sekali tidak ada yang menantang. Apa lagi yang ingin kita capai? Segala sesuatu telah tersedia. Kalau begitu apa enaknya? Sesuatu yang indah akan terlihat indah kerena ada sesuatu yang buruk. Sedangkan di surga, semuanya indah. Tidakkah lama-lama jadi terlihat biasa aja?

Pertanyaan-pertanyaan itu kadang terlintas di kepala saya. Saya tentu sadar bahwa keindahan Surga tidak mungkin bisa dibayangkan oleh manusia. Jika Alkitab bilang indah, ya. Saya percaya itu indah. Tapi kadang rasa penasaran itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Kira-kira sebagai berikut:

  1. Di dunia, tidak semua bisa kita capai dengan mudah dan butuh perjuangan. Tapi bukankah ketika kita menjalani perjuangan itu banyak hal yang kita pelajari? Bukankah karena itu membuat kita punya passion untuk mecapainya? Saya sangat menikmati proses perjuangan. Ketika saya ingin mencapai sesuatu, dan saya berjuang untuk itu. Ada kesedihan ketika gagal. Ada sukacita ketika berhasil. Ada rasa antusias ktika melihat hasil yang positif dari usaha kita sedikit demi sedikit. Ada rasa bergairah ketika bisa mempelajari hal-hal baru. Walaupun tidak mudah Tapi bagi saya itulah hal-hal yang membuat hidup menyenangkan. Jika di surga, apa lagi yang harus kita capai?

  2. Banyak yang melukiskan surga seperti tempat yang dihiasi batu permata, emas, dan lain-lain. Terus kenapa dengan itu? Saya lebih bisa merasakan kebesaran TUHAN justru ketika berada di tengah-tengah alam (maklum saya termasuk golongan naturalis. Hehe), ketimbang di tengah-tengah emas. Bersama teman-teman, kita sering jalan-jalan keluar kota Surabaya, ke Pacet, Tretes, Batu, Bromo, pokoknya tempat-tempat di Jawa Timur dimana kita bisa dekat dengan alam. Melewati jalan yang berliku-liku, naik turun, pernah kendaraan yang kita tumpangi mogok atau tidak bisa naik tanjakan yang tinggi, tapi itu sungguh menyenangkan. Dan di setiap perjalanan itu, ada kesadaran dan kekaguman akan kebesaran TUHAN yang luar biasa. Apakah di surga saya masih bisa menikmati itu? Tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan kecil yang justru menyenangkan.

  3. Jika di surga penuh dengan orang-orang yang sempurna (termasuk kita) apakah itu menarik? Saya memiliki sahabat-sahabat sejak kuliah. Sahabat-sahabat dengan karakter yang unik masing-masing. Kadang ada konflik. Kadang ada yang sangat-sangat menjengkelkan. Tapi disitulah proses belajar untuk saling mengasihi. Justru dari konflik-konflik itulah kita bisa semakin dekat dan menghargai keindahan persahabatan. Apakah di surga ada hal-hal seperti itu?

  4. Seorang pengkhotbah pernah mencoba melukiskan surga seperti suasana retreat. Dimana kita bisa merasakan persekutuan yang indah, kita bisa memuji dan mempermuliakan TUHAN, Kita bisa merasakan damai, bisa merasakan kedekatan dengan TUHAN, sungguh menyenangkan. Tapi apa hanya itu?

Menurut teman-teman sendiri, bagaimana surga itu? Itu tentu akan tetap jadi misteri sampai kita mati. Tapi 1 hal yang menarik adalah dipulihkannya persekutuan dengan Allah. Persekutuan yang telah rusak akibat dosa. Selama di dunia kita bisa merasakan kebahagiaan karena cinta. Padahal itu bukan cinta yang sempurna karena telah dipengaruhi dosa. Sedangkan di surga, kita bisa merasakan cinta yang sempurna. Seperti apa rasanya? Tunggu saja….🙂

About akhung

I have decided to follow Jesus; No turning back. Leave everything to do Lord's will is not a sacrifice. But a mercy Lihat semua pos milik akhung

5 responses to “SURGA ITU MEMBOSANKAN?

  • q2phat

    BAGUS..

    hehehe… that’s so wonderfull…

    Gmn klu kita buat buku..
    KTB kita nulis artikel masing2, n dikumpulin buat buku.
    Ko, beta, K’Wahyu, Vicky, Danni, Arre juga (tp nti kita revisi dulu)

  • Vick

    That’s Very Great bro….!!

  • Leonar

    bro, pertanyaan yang cukup menggelitik. Memang menurut Alkitab, surga itu sgt indah, lantai rumah dari emas murni, tamannya sangat indah dan semua tersedia. Selamanya seperti itu, dan pasti tidak akan membosankan. Karena setelah kita di sorga, tugas kita hanya memuji dan menyembah Tuhan Allah, dan tidak ada keinginan lain selain memuji dan menyembah Allah Bapa.

    Sementara di bumi sangat berbeda, dengan begitu banyak keinginan dan ambisi membuat kita hidup penuh dengan persaingan dan kadang-kadang sangat melelahkan, membuat stres, dan bahkan patah semangat apabila menghadapi kegagalan. Namun, apabila kita berserah kepda Tuhan dan Tuhan campur tangan didalam hidup kita, sehingga apa yang kita inginkan tercapai disitulah kebahagiaan yang sangat indah.

    Jd krn perbedaan keinginan dan tujuan hidup tsb, maka kondisi di bumi dan di sorga akan berbeda. Jadi kang, kita harus bersyukur apabila kita mewarisi Kerajaan Sorga. Tapi menurut saya, karena sorga itu ada tingkatannya, dan setiap manusia di sorga juga akan mempunyai tanggung jawab masing-masing sesuai dengan keketapan Allah, maka di tengah-tengah keindahan yang kita nikmati sehari-hari, kita masih punya pekerjaan sesuai tingkatannya yang membuat kita pasti tidak bosan.

    Namun kita yang masih berada di dunia ini belum tahu bentuk pekerjaan dan tanggung jawab kita di sorga nantinya.

  • michael

    Setuju sekali dengan #leonar
    pendapat anda sangat membantu saya untuk lebih percaya akan kehidupan kekal….
    Ada sedikit pertanyaan ni pak..???
    bagaimana kalau ada sosok manusia dimasa kita hidup trus mengganggu pikiran kita…???
    katakanlah dia terbayang-bayang dipikiran kita…apakah nanti disorga akan terjadi hal yang sedemikian…apakah masih terbayang orang yang mengganggu pikiran itu…??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: