Aku, Bukan Siapa-Siapa – Refleksi tengah malam

Hari mendekati besok, pukul 23.53, tanggal 03 Maret 2012, dimana  seperempat abad yang lalu diriku hadir di dunia ini.
Memulai hari dengan berhenti sejenak, mengingat kembali kasih setia Sang Empunya Kehidupan sepanjang tahun ini, bahkan sepanjang beberapa tahun belakangan. dan sungguh menarik dan terkagum-kagum melihat puzzle demi puzzle yang dulu terbentuk, kadang jelas, namun kadang bertanya padaNya, kenapa harus “puzzle aneh” ini?

Namun kini mulai melihat jawaban dari pertanyaanku yang dulu, belum semua, namun melihat yang adapun sudah sangat indah.

Menjalani hari dengan menikmati kasih yang melimpah, dari orang-orang disekitarku, menikmati pagi dengan keasyikan mengutak-atik gadget baru pemberian seorang kakak, menikmati belajar Firman Tuhan dari Mazmur 8 bersama adik-adik PMK Kota yang menyadarkanku betapa terbatasnya diriku di hadapan Allah yang mahakuasa, menikmati malam minggu bersama kekasih yang menolongku menyusun puzzle-puzzle kenangan bentukan Tuhan yang sedang membentuk sebuah gambar yang entah akan jadi seperti apa, dan hampir melewatkan tengah malam untuk membalas satu persatu ungkapan kasih orang-orang melalui berbagai media yang ada. Namun yang paling membuatku bersyukur adalah menikmati hadiah terindah dari Sang Empunya Hidup, yakni adik-adik KTB yang sedang mengerjakan pemuridan dengan setia. Namun sekaligus disadarkan oleh Firman Tuhan bahwa itu bukan karena diriku. Tapi karena Dia saja.

Menyadari betapa melimpahnya kasih Sang Empunya Hidup, yang entah kenapa memilihku. Kasih yang begitu kaya dan tak tertandingi, yang menanti kesempatan untuk dibagikan ke sesamaku manusia. Kasih yang hadir bukan karena ada potensi baik dari diriku. Dan terus membuatku bertanya-tanya. Sebuah pertanyaan retorik yang tak terjawab, namun memancarkan  kekaguman, dan rasa syukur yang mendalam.

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? (Mazmur 8:4-5)

Makin diriku mengenal Sang Empunya Kehidupan, makin kita menyadari betapa “bukan siapa-siapa”nya aku di hadapanNya..

About akhung

I have decided to follow Jesus; No turning back. Leave everything to do Lord's will is not a sacrifice. But a mercy Lihat semua pos milik akhung

2 responses to “Aku, Bukan Siapa-Siapa – Refleksi tengah malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: