Perenungan di Atas Mobil Jenazah

Pengalaman langka di awal tahun. 5 informasi kematian, dan hadir serta terlibat aktif dalam 3 diantaranya.  Ada yang meninggal karena sakit yang sudah lama, bahkan bertahun-tahun, ada yang tiba-tiba dan tak disangka.

Dan hari ini pengalaman paling berkesan. Untuk pertama kalinya menuju ke pemakaman di atas mobil jenazah seorang keluarga dekat yang meninggal. Suara sirine meraung sepanjang perjalanan. Kendaraan dari arah sebaliknya tanpa diperintah minggir dan memberikan jalan. Trafic Light dengan lampu menyala merah diterabas tanpa ada komplain dari pengemudi lain. Para pejalan kaki menoleh sejenak mengamati Iring-iringan mobil pelayat yang disertai kedipan lampu hazard. Seakan semuanya sedang memberikan penghormatan terakhir.

Terbersit pertanyaan, berapa kali lagi kamu akan mengalami ini?

Bagaimana jika saat itu datang ketika kamu tidak lagi di sisi pelayat, namun kamu berada di dalam peti? Sudahkah kamu menggunakan waktu dan energi terbaikmu untuk melayani Dia?

Teringat firman Tuhan dalam saat teduh beberapa hari lalu :

 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. (Yohanes 9:4)

Memaknai bahwa kesempatan berharga yang dimiliki saat ini sangat terbatas dan berharga. Waktunya tidak lama. PekerjaanNya terbuka begitu luas, seakan tak ada habisnya. Siang menuju malam bukanlah waktu yang lama. Akan berjalan tanpa terasa. Demikian juga waktu untuk melayani Dia, tidak akan terulang.

Merindukan kelak ketika di hadapan Sang Empunya Hidup, mendengarkan pujian itu…

 Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.(Matius 25:21)

Dan senandung pujian ini terlintas dan mengiringi perjalanan hingga ke tempat pemakaman. Sebuah pujian yang sangat bagus dan seharusnya terus menjadi perenungan anak-anakNya:

Ada waktunya bekerja, ada waktunya berencana
Ada waktu bersenang dan waktu bercanda
Tapi waktu itu singkat, dan keabadian itu panjang
Waktu sekarang tak ‘kan terulang

Ada waktu untuk hidup, ada waktu untuk mati
Kehidupan sekarang akan lalu dan pergi
Tapi hidup melayani Yesus itu berarti
Membuahkan harta abadi

 Di mana saja dan kapan saja
Layanilah Yesus
Yang rela mati bagi umat manusia
Di mana dan kapan saja, o layanilah Dia
Yang memberi hidup baka
Di mana dan kapan saja, o layanilah dia
Yang memberi hidup baka

(To Be Continued)

About akhung

I have decided to follow Jesus; No turning back. Leave everything to do Lord's will is not a sacrifice. But a mercy Lihat semua pos milik akhung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: